Minggu, 05 Juni 2016

Tugas 9 PENGALAMAN BELAJAR LEADERSHIP

Berbicara mengenai pengalaman belajar leadership, saya sebagai mahasiswa elektro sangat beruntung bisa belajar tentang leadership yang diajarkan oleh ibu Daesy Sanger. Kenapa saya katakan demikian karena saya selama ini belum belajar sama sekali mengenai kepemimpinan. Oleh karena itu, saya banyak sekali mendapatkan pengalaman dari belajar leadership ini. Antara lain saya bisa mengetahui bagaimana menjadi seseorang pemimpin yang baik, cara membentuk pemimpin dan apa yang menjadi masalah besar bila menjadi seorang pemimpin. Dari belajar leadership ini bukan hanya belajar mengenai pemimpin saja, melainkan bagaimana cara diri kita sendiri itu bisa menjadi seseorang yang proaktif dalam menghadapi sesuatu masalah. Seseorang  yang menjadi pemimpin itu harus memiliki sikap yang proaktif. Dengan  memiliki sikap yang proaktif kita bisa mejadi orang yang bertanggungjawab, bisa mengambil inisiatif sebelum orang lain melakukannya dan tidak menyalahkan orang  lain.
                Saya juga bisa mengetahui bahwa dalam diri kita itu memiliki RBH yaitu Rekening Bank Hubungan yang sangat tidak terbatas dan bisa dibuka dengan siapa pun. Dengan membuka Rekening Bank Hubungan kita, maka kita tidak akan pernah kehilangan Rekening Bank Hubungan kita itu. Menjadi seorang pemimpin harus memiliki RBH yang baik agar relasinya dengan orang lain terjaga dangan baik.
                Pengalaman lain yang saya dapatkan adalah, selama ini saya dalam mengatur waktu sangat kesulitan dan sangat berantakan. Akan tetapi setelah belajar leadership mengenai Put First Thing First, saya sudah mulai kebiasaan untuk mengatur waktu saya dengan baik dan teratur. Saya sangat beruntung bisa belajar materi leadership yang diberikan oleh ibu Daesy Sanger.

                Saya mengucapkan banyak terimakasih untuk Ibu Daesy Sanger yang sudah mengajar dengan sangat baik dan jelas mengenai materi mata  kuliah kepemimpinan  yang diberikan. Saya harap materi yang  diberikan tidak hanya diberikan kepada mahasiswa saja melainkan kepada semua orang yang berada disekitar ibu.   

Minggu, 08 Mei 2016

TUGAS KE 8 LEADER IN ME


                Dalam dunia kepemimpinan, tentunya diperlukan yang namanya sebuah integritas. Dimana intergritas ini saya pakai untuk tetap kuat dan tangguh untuk mengambil suatu keputusan yang bersifat baik dan berguna bagi orang-orang yang akan saya pimpin. Jika tidak ada integritas, maka saya akan mudah untuk jatuh menjadi seorang pemimpin. Saya sebagai pemimpin harus juga ikut serta aktif dalam berbagai macam kegiatan yang diadakan oleh orang-orang yang  saya pimpim maupun kegiatan atau program-program yang akan saya jalankan. Kerena dengan adanya keikutsertaan saya tersebut maka jalinan hubungan saya dengan orang-orang yang saya pimpin akan terjalin dengan baik semakin harmonis.
            Saya harus tetap menjaga hubungan baik dengan mereka, karena dengan melakukan hal tersebut, maka tujuan atau program yang akan saya jalankan akan berjalan dengan baik. Apabila ada masalah yang muncul dalam kepemimpinan saya, maka saya juga harus membuka diri kepada orang-orang yang saya pimpin untuk bisa menerima koreksi dari mereka. Apabila koreksi yang mereka berikan kepada saya bersifat membangun dan membuat saya menjadi lebih baik lagi menjadi seorang  pemimpin, maka tidak ada salahnya jika saya menerima koreksi atau kritikan tersebut. Hubungan dengan orang lain memanglah sangat penting, oleh karena itu saya harus tetap menjaga hubungan sebaik mungkin dengan orang-orang yang saya pimpin maupun orang lain yang berada disekitar saya.
             Saya sebagai seorang pemimpin harus bisa untuk memberikan contoh yang baik kepada orang lain yang berada di sekitar saya. Pikiran, perkataan dan perbuatan yang baik harus ditunjukkan keoada mereka, agar mereka yang belum memiliki perilaku yang baik dapat mengikuti pikiran, perkataan dan perbuatan baik saya, yang bisa membuat orang lain menjadi lebih baik.
            Setiap orang pastinya memiliki yang namanya kelemahan, menjadi seorang pemimpin tentunya tidak gampang apabila orang-orang sudah tahu apa kelemahan kita. Orang lain dapat menyerang dan menjatuhkan kita dari kelemahan kita tersebut. Maka dari itu, saya berfikir jika saya sebagai pemimpin, saya akan menjadikan kelemahan saya itu sebagai kekuatan saya. Dengan belajar dari kelemahan maka lama-kelamaan kelemahan kita itu akan berkurang dan akan hilang.
Kelemahan saya dalam memimpin adalah saya tidak bisa untuk mengambil keputusan dalam kurun waktu yang singkat, saya harus mengambil keputusan dengan memikirkan betul apa dampak dan akibat dari apa yang saya putuskan atau setujui tersebut. Saya tidak mampu untuk mengendalikan emosi saya pada saat saya sudah marah dan emosi saya akan semakin meningkat apabila ada perlawanan dari pihak lain. Saya juga biasanya kurang teliti dan kurang berhati-hati dalam mengerjakan sesuatu. Saya dalam memberikan sesuatu itu harus disertai dengan sebuah jaminan atau sebuah kepastian yang jelas.

            Dengan semua kelemahan saya tersebut, maka saya sebagai pemimpin harus berusaha untuk belajar dari kelemahan saya tersebut. Agar kelemahan saya tersebut dapat motivasi saya untuk mejadi pemimpin yang lebih baik, kuat, teguh dan menjadi pemimpin yang memiliki integritas baik.  

Minggu, 03 April 2016

Tugas ke 7 Filosofi Win Win Solution

Berbicara mengenai filosofi atau dasar hidup saya selama ini, maka konsep dasar  Win Win Solution yang sering saya pakai adalah Menang-Menang  (Win Win).  Mengapa saya menggunakan metode Menang-Menang  (Win Win) karena selama ini saya sadar bahwa saya menjalani hidup ini itu dengan mengikuti arus hidup yang akan saya hadapi dan tetunya saya melakukan dan mengikuti semuanya itu dengan senang hati dan memikirkan pula jalan yang harus saya lalui, saya harus bisa membedakan mana jalan yang baik untuk bisa diikuti dan mana jalan yang buruk untuk tidak diikuti begitu saja. Saya sangat  senang apabila orang lain mengalami sebuah kemenangan tersendiri bahkan, saya senang mendukung orang-orang yang menurut saya layak untuk diberikan dukungan agar menjadi orang yang lebih baik lagi dari sebelumnya dan bisa menggapai apa yang ia harapkan dan cita-citakan. Contohnya Saya senang sekali dan suka memberikan semangat kepada adik-adik saya agar mereka tetap patuh pada perintah orang tua dan saya selalu mengingatkan kepada  mereka agar nantinya bisa membahagiakan kedua orang  tua kami, apa lagi mengingatkan mereka agar mereka tetap rajin belajar. Selama ini, jika saya mendapatkan sebuah keberhasilan, saya selalu  berusaha agar apa yang saya capai tersebut bisa diraih juga sama orang lain yang mau mendapatkan keberhasilan tersebut. Saya memiliki rasa kasihan kepada mereka yang mengalami kegagalan, saya berusaha untuk mendoakan mereka agar mereka bisa menjadi orang-orang yang berhasil pula. Contohnya, saya selalu kasihan dan selalu berdoa kepada orang-orang yang ada dipinggir jalan, orang-orang yang kurang mampu, pengemis dan pemulung agar mereka nantinya bisa mendapatkan kehidupan yang layak dan saya juga berharap agar jika nanti saya menjadi orang yang sukses, saya bisa membantu mereka. Apabila hal tersebut berhasil, maka saya sangat merasa senang melihat keberhasilan yang mereka dapatkan tersebut.
Saya jika dalam mengahdapi sebuah masalah, saya itu ingn agar saya bisa menyelesaikan masalah itu sendiri, tanpa campur tangan dari orang lain dan saya tidak ingin masalah saya itu menjadi sebuah beban bagi orang lain yang membantu saya dalam menyelesaikannya. Saya tidak ingin merepotkan orang lain. Dalam setiap masalah yang saya hadapi, saya selalu memikirkan jalan keluar yang logis dan tetntunya tidak membuat saya menjadi drop atau lemah dalam menghadapi dan menyelesaikan  masalah tersebut. Setiap masalah pasti ada jalan keluarnya dan saya sangat yakin terhadap hal tersebut. Saya selalu berusaha semaksimal mungkin agar setiap apa yang saya lakukan bisa menguntungkan diri saya sendiri, bahkan saya lebih senang lagi apabila hal-hal yang saya lakukan bisa menguntungkan orang lain pula. Agar saya bisa membantu orang yang sedang membutuhkan bantuan.

              Dalam melakukan sebuah tindakan, diperlukan yang namanya tindakan yang baik dan tntunya tindakan yang bisa membangun orang lain yang ada di sekitar kita. Saya selama ini selalu dan selalu berusaha untuk menjadi teman yang baik bagi  teman-teman saya. Saya ingin teman-teman saya bahagia apabila saya melakukan hal yang bernilai positif. Namun hal-hal demikian menurut saya akan sulit  saya lakukan apabila tidak adanya dukungan dari teman-teman saya sendiri. Oleh karena itu, sekarang ini saya akan tetap terus berusaha untuk bisa menyenangkan semua pihak yang ada di sekeliling saya. Saya harus bisa melakukannya dengan berbagai macam cara, contohnya berusaha untuk mengingatkan teman yang malas agar bisa meninggalkan kebiasaan malasnya tersebut. Memberikan motivasi agar tetap semangat belajar dan memberikan bantuan bagi mereka yang membutuhkan bantuan.

Minggu, 27 Maret 2016

Tugas 6 Cerita mengenai peranan ERIN


                Erin adalah seorang wanita yang sangat hebat menurut saya, dia itu adalah wanita yang selain cantik diapun sangat tangguh dalam memecahkan sebuah masalah. Melihat dari sekelilingnya dalam film itu, meskipiun terjadi peperangan dimana-mana bahkan tembakan ke siapapun biasa terjadi apabila seseorang sudah keluar dari rumahnya sendiri. Namun melihat dari peristiwa tersebut, maka tindakan ERIN untuk menjadi seorang pahlawan sangat tinggi sehingga dia sangat bersemangat untuk mengajar di sebuah sekolah yang memiliki siswa-siswi yang menurut saya siswa-siswi yang mempunyai pergaulan yang kurang baik, siswa-siswi yang masuk dalam sebuah anggota geng. Menurut saya siswa-siswinya sangat sulit untuk dirubah perilakunya menjadi siswa-siswi yang lebih baik perilakunya.
                Pada hari pertama, Erin mulai masuk melamar di sekolah tersebut, di sana dia bertemu dengan kepala sekolah dan membicarakan mengenai beberapa hal penting dan sekaligus kepala sekolah memeberikan tips untuk mengajar di sekolah tersebut. Akan tetapi kepala sekolahnya juga kurang mendukung Erin untuk mengajar disekolah tersebut, karena kepala skolahnya menganggap bahwa apa yang akan diajarkan erin itu akan sia-sia. Meskipun erin tidak hanya disukai oleh kepala sekolah bahkan teman-teman yang lainnya pun ikut membencinya. Namun erin tetap tegar menghadapi semuanya itu, ia tetap bersikap ramah, murah senyum dan semakin bersemangat untuk tetap mengajar.
                Pada saat pelajaran pertama sudah dimulai, erin menunggu-nunggu siswa-siswi yang ia akan ajari, tak lama kemudian siswa-siswi yang akan diajarinya pun masuk ke dalam kelas. Siswa-siswinya jika dilihat dari penampilannya memang sudah ambur adul, sikap-sikap siswa-siswinya sangat berbeda, ada yang nakal, pemarah dan ada yang tidak memiliki sopan santun.  Akan tetapi, erin tetap ramah menghadapi siswa-siswinya tersebut. Meskipun pada saat itu terjadi pertengkaran antara sesama siswanya namun erin selalu berusaha untuk meredahkan suasana dengan cara memanggil satpam untuk menghentikan pertengkaran antara siswanya tersebut. Dari kejadian tersebut erin sudah mulai belajar mengenal sifat-sifat siswa-siswi yang akan diajarinya kedepan.
                Selanjutnya, erin mulai mengajarkan materi kapada siswa-siswinya, erin dalam mengajar banyak sekali memberikan motivasi yang bersifat membangun. Motivasi-motivasi yang diberikan tersebut ia dapatkan dari pengalaman yang pernah dialami erin sendiri. Erin dalam mengajar tidak pernah membuat siswa-siswinya merasa bosan, erin selalu mengajar dengan metode-metode yang berbeda, ia mengajar dengan cara yaitu dengan menonton, bermain game, langsung belajar dari tokoh yang pernah mengalami masalah, dan langsung belajar dari tempat kejadian terjadinya sebuah masalah. Disini yang paling mengagumkan bagi saya adalah dia mengajak siswa-siswinya untuk langsung belajar dari kisah nyata.
                Erin juga berusaha agar setiap buku yang ada diperpustakaan sekolah tidak hanya diam saja di dalam ruang perpustakaan di sekolah itu akan tetapi ia berharap agar buku tersebut dapat dibaca oleh siswa-siswi yang belajar disekolah itu. Menurut saya, tindakan yang dilkukan erin ini sangat bagus, akan tetapi karena kepala sekolah dan teman-teman erin yang tidak terlalu suka sama erin, maka tindakan yang dilkukan erin tersebut kurang adanya dukungan dari kepala sekolah dan teman-temannya. Meskipun erin selalu dan selalu dibenci oleh teman-temannya namun erin tetap semangat dalam menjalankan pekerjaannya tersebut sebagai guru.

                Karena tidak adanya dukungan dari kepala sekolah dan teman-teman guru erin, maka dalam belajar ada saja masalah yang akan dihadapinya. Contohnya, disini dia masalah dalam kurangnya buku yang digunakan untuk mengajar. Akan tetapi dari kesadaran dan kemauan erin untuk yakin bahwa siswa-siswinya akan berubah menjadi lebih baik, maka erin rela mengeluarkan uangnya sendiri untuk membeli buku-buku yang akan dipelajari. Erin tidak sembarangan dalam memilih buku yang ia akan beli itu, akan tetapi erin memilih buku-buku yang  bersifat membangun dan memiliki tujuan yang baik untuk mengubah sikap seseorang menjadi lebih baik pula. Banyak sekali pelajaran yang diberikan erin kepada siswa-siswinya, bahakan bukan lagi bagi siswa-siswinya akan tetapi kepada semua orang. Erin selalu memberikan motivasi yang baik, dia selalu berusaha untuk meninggalkan kebiasaan lama yang buruk dengan cara mengharapkan yang terbaik kedepan dan melupakan semua yang buruk. Banyak sekali perubahan yang  terjadi karena adanya sosok erin. Ia bisa mengubah dunia menjadi lebih baik.  

Minggu, 20 Maret 2016

Tugas 5 Peranan yang penting dalam satu minggu ini


1.       Peranan sebagai PRIBADI, saya dalam minggu ini melakukan peran saya sebagai pribadi yaitu melayani Tuhan yaitu dalam melaksanakan paskah yang akan datang, saya meluangkan waktu untuk melakukan latihan Drama di gereja dan saya meluangkan waktu juga untuk bernyanyi paduan suara untuk pelayanan jumat agung yang akan datang. Serta saya selalu rajin pergi beribadah kegereja pada hari minggu dan selalu berdoa pagi, siang dan malam serta hadir terus dalam ibadah asrama. Yang terpenting adalah selalu bersyukur akan setiap berkat yang diberikan Tuhan setiap hari.
  
2.       Peranan sebagai ANAK, sebagai anak saya harus tetap untuk menjalani hak dan kewajiban sebagai anak. Selalu patuh pada perintah orang tua dan tidak mengecewakan mereka. Bisa menjaga dan mengatur keuangan sendiri meskipun uang tersebut masih pemerian dari orang tua. Selalu membayar setiap kebutuhan yang sudah ditetapkan setiap bulannya.

3.       Peranan sebagai MAHASISWA, saya sebagai mahasiswa, dalam minggu ini saya sudah melakukan yang terbaik, saya selalu tepat waktu hadir di kampus sebelum mata kuliah dimulai, tugas saya selalu masuk dan selalu memberikan waktu yang banyak di kampus untuk setiap kegiatan kuliah dan mengesampingkan aktivitas yang lain, aktivitas kuliah menjadi prioritas utama saya.

4.       Peranan sebagai SAUDARA, sebagai saya selalu merasa bertanggungjawab untuk tetap memberikan motivasi kepada saudara-saudara saya yang lain, agar tali persaudaraan kami semakin kompak dan semakin harmonis. Saya selalu mendoakan kedua saudara saya, mengharapkan yang terbaik terjadi kepada mereka berdua dan selalu beharap agar mereka itu selalu taat dan patuh pada perintah orang tua.

5.       Peranan sebagai KOORDINATOR (KEROHANIAN) HME, saya sudah menjalankan tugas saya dengan baik, yaitu selalu hadir dalam setiap rapat yang pernah diadakan dan melakukan tugas dengan baik yaitu bisa memimpin doa rapat dan membantu peranan teman yang lain yang membutuhkan peranan kerohanian dan selalu siap untuk memenuhi dan saling membantu sebagai Anggota HME.


6.       Peranan sebagai KOORDINATOR (KEROHANIAN) ASRAMA, kegiatan saya sebagai koordinator kerohanian asrama dalam seminggu ini adalah saya mengkoordinasi dan memastikan apakah jadwal yang saya sudah berikan kepada teman-teman sudah dijalankan dengan baik atau belum. Setiap pagi juga, saya selalu bangun jam 5 dan saya bangun untuk melakukan absen, seberapa banyak anak-anak yang datang untuk beribadah pagi hari itu. Mengingatkan juga kepada teman-teman akan tugas yang sudah dijadwalkan agar tidak lupa akan tugasnya.    

Sabtu, 12 Maret 2016

TUGAS 4 LEADERSHIP RENCANA HIDUPKU

1.      Saya akan membayangkan banyak hal yang akan terjadi pada diri saya, apabila saya berumur 65 tahun. Dulu sebelum saya tua atau berumur 65 tahun seperti ini, saya dulunya memang ingin menjadi seseorang pengusaha yang sukses dan bisa membahagiakan kedua orang tua saya. Saya banyak sekali berjuang untuk bisa menjadi seorang pengusaha yang sukses, saya belajar dari SD, SMP, SMA dan bahkan saya pun sudah jadi Master Electrical Engineering. Tentunya semuanya itu tidaklah mudah untuk mendapatkan semua ini. Semuanya membutuhkan waktu yang panjang dan pengorbanan yang benar-benar tulus dari hati. Sehingga saya akhirnya menjadi seorang pengusaha sukses seperti saat ini, itu semua terjadi karena dukungan dari orang yang saya cintai yaitu MAMA dan PAPA saya. Mereka berdua adalah orang tua yang sangat hebat buat saya, mereka selalu memenuhi setiap apa yang saya perlukan, selagi mereka masih mampu.
Pencapaian yang membuat saya bisa mengatakan bahwa “Hidup ini indah” adalah ketika saya sudah bisa menafkahi hidup saya sendiri, saya bisa hidup mandiri dan bisa membangun keluarga yang menyenangkan. Namun Pertama yang sangat membuat saya bangga adalah ketika saya sudah bisa membahagiakan kedua orang tua saya dengan hasil jerih payah saya sendiri. Membantu orang tua, seperti mereka membatu saya dahulu waktu saya masih kecil sampai akhirnya saya menjadi seorang pengusaha yang sukses. Itulah yang paling membuat saya merasa puas dengan apa yang sudah saya capai selama hidup saya ini yaitu membanggakan dan membahagiakan kedua orang tua saya.

2.      Jika saya membayangkan usia saya pada umur 30 tahun, yang harus saya capai adalah pada umur 30 tahun ini adalah mendapatkan perkerjaan tetap serta membuka peluang-peluang pekerjaan yang lain. Membuka bisnis yang bermanfaat buat masyarakat. Pada umur 30 tahun juga saya harus menikah dan membangun keluarga yang menyenangkan.

3.      Jika saya membayangkan umur saya pada umur 25 tahun, yang akan saya lakukan adalah menjalani pekerjaan yang saya kerjakan itu dengan baik agar saya bisa kerja tetap seperti itu serta jikalau pekerjaan tersebut masih belum cocok untuk saya maka saya akan berusaha untuk mecari pekerjaan yang membuat saya merasa asik dan enjoy dalam bekerja. Pada umur ini juga saya akan merencanakan tunangan bersama pacar saya agar nanti pada umur 30 tahun saya sudah menikah dengan dia.

4.      Yang sudah harus saya capai atau saya lakukan pada tanggal 31 Desember 2016 saya harus bisa untuk fokus saja pada kuliah dulu, karena pada tanggal 31 Desember 2016 saya sudah semester 5 maka saya juga akan berusaha untuk mencari pengalaman-pengalaman kerja di luar sana agar nanti pada saat saya lulus sarjana, saya sudah memiliki pengalaman dalam bekerja. Saya juga harus berusaha agar saya bisa lulus semua mata kuliah pada semester 4 dan mendapatkan IPK diatas 3.00.

5.      Agar semua target pada tahun 2016 ini dapat tercapai maka yang saya harus lakukan adalah hanya belajar dengan rajin agar semua mata kuliah yang saya dapat di semester 4 ini saya lulus semuanya, tidak ada yang mengulang. Yang saya akan lakukan dalam periode 5 bulan yang akan datang adalah hany satu yaitu FOKUS DALAM BELAJAR.

6.      Visi pribadi saya adalah menjadi anak yang bisa membanggakan dan membahagiakan kedua orang tua dan menjadi pengusaha yang sukses dengan cara belajar dengan semaksimal mungkin dan melakukan hal-hal yang bernilai positif dihadapan orang lain dan terutama bernilai dimata Tuhan.

Selasa, 08 Maret 2016

REAKTIF DAN PROAKTIF

Tugas 3 Leadership


1.       Pengertian REAKTIF dan PROAKTIF

      REAKTIF adalah suatu tindakan seseorang yang memiliki respon terhadap suatu hal atau yang disebut dengan STIMULUS atau sebuah rangsangan. Orang yang memiliki sikap reaktif memiliki sikap seperti berikut ini:
·         Orang yang memiliki sikap selalu tergantung kepada orang lain atau selalu megandalkan orang lain.
·         Memiliki sikap yang kurang bertanggungjawab terhadap pekerjaan yang diberikan kepada dia sendiri.
·         Tidak memiliki inisiatif untuk melakukan hal-hal yang benar dihadapan orang lain bahkan setelah orang lain mengambil inisiatif tersebut.
·         Memiliki sikap yang selalu menyalahkan orang lain, dia berfikir bahwa tindakan yang dia lakukan itu selalu benar sedangkan tindakan yang dilakukan orang lain itu salah.
·         Memiliki sikap yang pantang menyerah dan ceroboh dalam mengambil keputusan.

PROAKTIF adalah suatu tindakan seseorang yang memiliki banyak tindakan yang mengarah ke hal-hal yang positif. Orang yang Proaktif selalu memiliki rangsangan, kesadaran diri, imajinasi, suara hati, kehendak bebas serta memiliki respon akan tetapi dia memiliki suatu PILIHAN untuk melakukan suatu hal yang bernilai positif.
Berikut ini adalah sikap seseorang yang Proaktif:
ü  Memiliki sikap yang mandiri, dia itu mampu dalam menghadapi dan menyelesaikan masalahnya sendiri tanpa bergantungan kepada orang lain.
ü  Memiliki sikap yang selalu bertanggungjawab terhadap pekerjaan ataupun tugas yang diberikan kepada dia dan mampu menyelesaikannya dengan baik dan benar.
ü  Selalu  memiliki inisiatif untuk melakukan hal-hal yang bermanfaat bagi lingkungan sekitar sebelum orang-orang yang ada disekitarnya melakukan inisiatif tersebut.
ü  Memiliki sikap yang tidak mau menyalahkan orang lain, meskipun masalah yang muncul itu disebabkan oleh dirinya sendiri.
ü  Memiliki sikap yang pantang meyerah, peduli dan dan selalu mempunyai semangat  yang kuat.

2.        Menyelidiki apakah saya REAKTIF atau PROAKTIF dalam minggu ini.

A.      Reaktif
Contoh REAKTIF yang saya alami dalam satu minggu ini adalah:
1.       Saya malas menulis mata kuliah yang ditulis oleh dosen, dan saya berkata “kenapa mata kuliahnya kita tidak fotocopy aja, Kan kita ngak capek-capek menulis”.
2.       Saya merasa malas untuk bangun tepat jam 5 karena saya libur besoknya, akan tetapi seharusnya saya bangun jam 5 agar saya bisa melaksanakan ibadah pagi.
3.       Saya menyalahkan orang lain karena saya kurang sabar akan paket yang saya tunggu-tunggu tak kunjung datang kerumah. 
  
B.      Proaktif
Contoh PROAKTIF yang saya alami dalam satu minggu ini adalah:
1.       Saya bisa bertanggungjawab akan apa yang saya lakukan, contohnya saya bisa memanfaatkan dan mengatur waktu saya dengan baik sehingga saya kekampus selalu tidak terlambat.
2.       Memberikan sesuatu kepada orang yang membutuhkan, contohnya memberikan makanan kepada teman yang kekurangan. Serta saya juga berinisiatif untuk membayar ongkos pulang kerumah meskipun sebelumnya saya dan teman-teman sudah sepakat untuk mengumpulkan uang dan setelah sampai ujung-ujungnya saya yang bayar.
3.       Kesalahan yang saya lakukan dalam minggu ini adalah saya kalau sudah malas masak maka saya akan tidak makan, seharusnya saya rajin masak agar saya bisa makan. Saya tentunya menyalahkan diri saya sendiri bukan menyalahkan orang lain karena yang lapar bukan orang lain tetapi saya sendiri.
4.       Mencari pekerjaan part time diluar sana untuk mengisi waktu luang saya. Saya sangat mengharapkan pekerjaan part time itu sekarang.
5.       Melakukan inisiatif sebelum orang lain melakukan inisiatif tersebut, contohnya dalam hal memasak nasi, saya menanak nasi tanpa perintah dari teman karena saya juga nantinya akan membutuhkan nasi itu. Oleh karena itu saya menanak nasi tanpa menunggu teman-teman lainnya menanak nasi. Sebelum belajar, saya menanak nasi dulu, karena tidak terasa lama menunggu apabila menanaknya sambil mengerjakan tugas.

3.       REAKTIF dan PROAKTIF dilingkungn sekitar

v  REAKTIF
ü  Tidak bertanggungjawab akan waktu yang dimilikinya.
Contoh : kebanyakan orang banyak sekali meluangkan waktunya untuk bermain game, sampai-sampai mereka lupa akan segala tugas dan tanggungjawabnya sendiri. Saya melihat ada beberapa teman saya yang termasuk dalam hal ini. Mereka selalu main game sehingga mereka lalai akan tugasnya.

ü  Tidak memiliki inisatif untuk membantu teman yang lagi sakit.
Contohnya :  saya melihat waktu di rumah sakit ada orang yang ditugaskan keluarganya untuk menjaga saudaranya yang lagi sakit. Namun di rumah sakit dia itu tidak melakukan hal yang benar dan bersifat membantu saudaranya yang lagi sakit. Dia kerumah sakit hanya untuk menikmati fasilitas rumah sakit aja, seperti menonton televisi dan memakan makanan saudaranya yang sakit apabila saudaranya itu tidak memakan makanannya.

ü  Tidak memiliki sikap solidaritas terhadap teman sendiri.
Contohnya: ada teman saya yang tidak memiliki sikap solidaritas terhadap teman saya yang lagi sakit. Teman saya ini lagi sakit, kemudian teman saya yang satu ini tidak pernah memiliki sikap kepedulian untuk menjenguk teman saya yang lagi sakit ini ke rumah sakit.
  
ü  Selalu mengandalkan orang lain.
Contohnya : Saya memiliki seorang teman yang selalu mengandalkan orang lain, ini dalam hal sampah. Setiap kali tempat sampah sudah penuh hanya ada beberapa orang saja yang selalu membuang sampah itu. Sedangkan teman saya yang satu ini tidak mau bangat untuk membuang sampah itu, dia selalu mengandalkan orang lain.

v  PROAKTIF
Ø  Bertanggungjawab akan tugas yang diberikan.
Contoh : Saya memiliki seorang teman yang selalu tepat waktu dalam mengumpulkan  tugas yang diberikan oleh dosen-dosen. Dia itu sangat patut untuk dicontohi.

Ø  Memiliki sifat yang bisa mengatur waktu dengan baik.
Contohnya : Saya dalam 1 minggu ini sering melihat banyak sekali orang yang mengatur waktunya dengan baik, yaitu semua teman kelas saya apalagi pada saat mata kuliah KEPEMIMPINAN, jarang sekali teman-teman dan saya  yang  terlambat ke kampus.








Terimakasih sudah mengunjungi blog saya, semoga bermanfaat.

Minggu, 28 Februari 2016

Determinisme


Tugas 2 Leadership

Berbicara mengenai determinisme atau kegagalan, pastinya semua orang pernah mengalaminya. Semua orang tidak akan pernah luput dari yang namanya kegagalan. Kegagalan bisa saja terjadi kapan dan dimana saja  kepada semua orang. Kegagalan datang kepada kita apabila kita tidak bisa mengatur dan memimpin hidup kita sendiri bahkan tidak bisa percaya diri untuk menjadi seseorang yang sukses.

            Namun, dengan adanya kegagalan maka kita pastinya akan belajar dari kegagalan tersebut sehingga kita bisa menjadi sukses nantinya. Saya pun pernah mengalami kegagalan di masa yang sudah saya lewati, banyak sekali kegagalan yang sudah saya alami, mulai dari kegagalan dalam study, asmara dan gagal dalam menjalin hubungan yang harmonis dengan orang lain yang ada di sekitar saya.

Namu pada saat ini yang saya akan ceritakan adalah kegagalan dalam study, study saya dari SD sampai menjadi seseorang mahasiswa seperti sekarang ini bukanlah perjalanan yang singkat namun perjalanan yang membutuhkan waktu yang banyak (bertahun-tahun). Oleh karena itu, dalam menjalaninya pastinya saya pernah mengalami yang namanya kegagalan. Pada saat saya masuk di UKRIDA saya awalnya senang , namun pada waktu saya diperhadapakan dengan mata kuliah yang membuat saya merasa mabok maka kegagalan pun menghampiri saya. Pada waktu semester 1 saya lulus semua mata kuliah dan pada semester 2 ada 1 mata kuliah yang saya tidak lulus, nah dari situ saya sudah mengalami yang namanya kegagalan.


Saya sangat kecewa dengan peristiwa tersebut dan pada saat itu saya berjanji bahwa saya akan lebih giat belajar lagi agar pada semester depan saya bisa lulus semua mata kuliah. Akan tetapi, kenyataannya harapan saya pada saat semester   2 itu teryata belum tercapai dikarenakan bertambahnya mata kuliah yang lebih sulit, sehingga pada semester 3 saya mengulang 3 mata kuliah. Sekarang saya sudah ada di semester 4 dan saya tidak ingin kegagalan yang saya rasakan pada semester 2 dan semester 3  terjadi pada semester ini. Saya harus melakukan bahkan melipat gandakan aktivitas belajar saya agar saya bisa lulus semua mata kuliah disemester 4 ini dan semester-semester  yang akan datang, bahkan sampai saya lulus nanti. Masih banyak sekali kegagalan yang sudah saya lalui, namun dari kegagalan tersebut saya bisa belajar sehingga saya bisa bersemangat lagi untuk belajar dengan semaksimal mungkin dan percaya diri untuk menghadapi setiap masalah yang akan saya hadapi. Kegagalan bukanlah akhir dari segalanya malahan kegagalan itu adalah awal dari semangat baru untuk membuka lembaran baru menjadi orang yang sukses.

Sabtu, 27 Februari 2016

TUGAS 1 LEADERSHIP

        Pada semester 4 ini jurusan saya mempelajari mata kuliah kepemimpinan yang diberikan oleh Ibu Daesy H Sanger. Dalam kuliah ini, setiap pertemuan saya sangat merasa senang dan terhibur karena kita sering tertawa namun serius tentang topik yang sedang dibicarakan. Berbagai macam pertanyaan yang diperhadapkan kepada saya dan teman-teman yang lain seputar pengertian tentang kepemimpinan.

            Jika saya mendengar kata “pemimpin” maka yang akan muncul pertama kali dalam pikiran saya adalah Bapak Basuki Tjahaja Purnama atau biasa dipanggil dengan nama AHOK yaitu seorang gubernur DKI Jakarta saat ini. Kenapa langsung bapak Ahok yang muncul dalam pikiran saya, karena beliau sendiri merupakan pemimpin yang sangat pemberani, melawan kejahatan atau tindakan yang buruk dengan cara yang tegas dan benar. Tindakan yang paling penting adalah bapak Ahok dalam bekerja selalu mengandalkan Tuhan. Dia adalah seorang pemimpin yang beriman dan pemimpin yang sangat tangguh mengahadapi segala persoalan yang dihadapinya. Saya sangat salut bangat sama bapak AHOK dan saya berharap beliau bisa menjadi presiden republik indonesia kelak.

            Menurut saya pemimpin itu dibentuk, alasannya karena jikalau seseorang itu akan menjadi seorang pemimpin maka dia akan menjalani setiap proses yang ada untuk menjadi seorang pemimpin. Dengan menjalani yang namanya PROSES maka dia akan mengalami yang namanya pengalaman. Oleh karena itu, dari pengalaman yang ia dapatkan maka nanti jika dia menjadi seorang pemimpin, tentunya dia itu akan merasa biasa saja dan dia bisa mengatasi masalah tersebut dengan nyaman dan dengan hati yang tenang, sehinnga masalah itu bisa dapat terselesaikan dengan baik. Hal tersebut bisa terjadi karena dia sudah mengalami PROSES dengan cara DIBENTUK.

            Lebih susah mana memimpin orang lain atau diri sendiri? Menurut saya, yang lebih sulit itu adalah memimpin orang lain,alasannya karena setiap keinginan, setiap sikap dan setiap perilaku orang itu berbeda. Oleh karena adanya perbedaan tersebut maka kita akan lebih sulit untuk memimpin orang lain. Memimpin orang lain itu tidak segampang memimpin diri kita sendiri, karena jikalau kita memimpin diri kita sendiri maka setiap apa yang kita inginkan dan setiap apa yang kita butuhkan tetunya kita bisa mengaturnya sendiri. Akan tetapi alangkah baiknya jika kita bisa memimpin diri kita sendiri dulu baru kita memimpin orang lain.


       Jikalau seseorang pemimpin itu akan menghadapi masalah, maka masalah mendasar yang akan ia alami adalah masalah mempertahankan integritas yang ia miliki. Jikalau pemimpin sudah kehilangan akan integritasnya sendiri, maka hal tersebut akan membahayakan dirinya sendiri bahkan bisa menjatuhkan dirinya sendiri.



Terimakasih sudah mengunjungi blog saya, semoga bermanfaat.