Dalam dunia kepemimpinan, tentunya
diperlukan yang namanya sebuah integritas. Dimana intergritas ini saya pakai
untuk tetap kuat dan tangguh untuk mengambil suatu keputusan yang bersifat baik
dan berguna bagi orang-orang yang akan saya pimpin. Jika tidak ada integritas,
maka saya akan mudah untuk jatuh menjadi seorang pemimpin. Saya sebagai
pemimpin harus juga ikut serta aktif dalam berbagai macam kegiatan yang
diadakan oleh orang-orang yang saya
pimpim maupun kegiatan atau program-program yang akan saya jalankan. Kerena
dengan adanya keikutsertaan saya tersebut maka jalinan hubungan saya dengan orang-orang
yang saya pimpin akan terjalin dengan baik semakin harmonis.
Saya harus
tetap menjaga hubungan baik dengan mereka, karena dengan melakukan hal
tersebut, maka tujuan atau program yang akan saya jalankan akan berjalan dengan
baik. Apabila ada masalah yang muncul dalam kepemimpinan saya, maka saya juga
harus membuka diri kepada orang-orang yang saya pimpin untuk bisa menerima
koreksi dari mereka. Apabila koreksi yang mereka berikan kepada saya bersifat
membangun dan membuat saya menjadi lebih baik lagi menjadi seorang pemimpin, maka tidak ada salahnya jika saya
menerima koreksi atau kritikan tersebut. Hubungan dengan orang lain memanglah
sangat penting, oleh karena itu saya harus tetap menjaga hubungan sebaik
mungkin dengan orang-orang yang saya pimpin maupun orang lain yang berada
disekitar saya.
Saya sebagai seorang pemimpin harus bisa untuk
memberikan contoh yang baik kepada orang lain yang berada di sekitar saya.
Pikiran, perkataan dan perbuatan yang baik harus ditunjukkan keoada mereka, agar
mereka yang belum memiliki perilaku yang baik dapat mengikuti pikiran,
perkataan dan perbuatan baik saya, yang bisa membuat orang lain menjadi lebih
baik.
Setiap orang
pastinya memiliki yang namanya kelemahan, menjadi seorang pemimpin tentunya
tidak gampang apabila orang-orang sudah tahu apa kelemahan kita. Orang lain
dapat menyerang dan menjatuhkan kita dari kelemahan kita tersebut. Maka dari itu,
saya berfikir jika saya sebagai pemimpin, saya akan menjadikan kelemahan saya
itu sebagai kekuatan saya. Dengan belajar dari kelemahan maka lama-kelamaan
kelemahan kita itu akan berkurang dan akan hilang.
Kelemahan saya dalam memimpin adalah
saya tidak bisa untuk mengambil keputusan dalam kurun waktu yang singkat, saya
harus mengambil keputusan dengan memikirkan betul apa dampak dan akibat dari
apa yang saya putuskan atau setujui tersebut. Saya tidak mampu untuk
mengendalikan emosi saya pada saat saya sudah marah dan emosi saya akan semakin
meningkat apabila ada perlawanan dari pihak lain. Saya juga biasanya kurang
teliti dan kurang berhati-hati dalam mengerjakan sesuatu. Saya dalam memberikan
sesuatu itu harus disertai dengan sebuah jaminan atau sebuah kepastian yang
jelas.
Dengan semua
kelemahan saya tersebut, maka saya sebagai pemimpin harus berusaha untuk
belajar dari kelemahan saya tersebut. Agar kelemahan saya tersebut dapat
motivasi saya untuk mejadi pemimpin yang lebih baik, kuat, teguh dan menjadi
pemimpin yang memiliki integritas baik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar